HTR Untuk Indonesia

This item was filled under [ esai ]

Sebuah karya tulis yang baik, adalah karya tulis yang mampu mencerahkan pembacanya, menjadikan pembaca tergugah, membawa pembaca dengan isi karyanya pada kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Jika memang ini yang menjadi ukuran baiknya sebuah karya tulis. Maka tidak bisa di ragukan lagi karya Helvy Tiana Rosa termasuk dalam hitungan itu.
Penulis produktif yang telah menerbitkan 40 karya yang hampir semuanya menjadi karya-karya terbaik di nusantara bahkan dunia. Karya-karyanya telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa termasuk bahasa Inggris, Arab, Jepang, Swedia, Jerman, dan Prancis. Dan dalam waktu yang dekat baru-baru ini namanya termasuk dalam 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia (di tahun 2009).
Sebenarnya hal itu bukanlah hal yang mengejutkan, karena di Indonesia karya-karyanya telah terbukti menjadi inspirasi bagi banyak orang. Karyanya Ketika Mas Gagah Pergi membuktikannya, dari kisah seorang perempuan yang awalnya tidak memahami Islam dengan baik, karena perantara kakaknya yang telah dulu mendapatkan pemahaman Islam dengan baik. Meskipun awalnya kakaknya harus mendapatkan tatapan sinis kebencian, bahkan kebaikan islamnya harus menjadikannya bukan seorang kakak bagi adiknya. Namun ternyata dari ketabahan dan kakaknya itu menjadi hidayah nantinya bagi adiknya, sehingga menjadi muslimah yang baik yang menutup auratnya dan memakai hijab.
Dari kisah ini, banyak pembaca yang awalnya tidak memahami Islam kemudian
memahami Islam dengan baik, terinspirasi, tergugah, akhirnya merubah kebiasaannya untuk menjadi muslimah yang baik, memakai hijab seperti tokoh rekaan dalam karya Bunda Helvy – sapaan akrab Helvy Tiana Rosa-.
Saya sendiri pun terinspirasi untuk menjadi muslim yang lebih baik dari sebelumnya, seperti tokoh Mas Gagah yang hijrah dari kejahiliaan menjadi muslim kaffah. Tak beda dengan karyanya cerpen “Ketika Mas Gagah Pergi”, karyanya yang berbentuk novel “Akira Muslim Watashiwa”, kisah seorang mahasiswa jepang bernama Akira, yang kuliah di UI (Universitas Indonesia) di fakultas bahasa untuk memperdalam bahasa Indonesia. Kemudian masuk Islam, dan ketika kembali ke negara asal”Jepang”, harus bertahan dalam keislamannya meskipun cemoohan dan intimidasi dari tetangga bahkan kalangan keluarga dan kerabatnya yang awalnya bersahaja dengannya pun berlaku tidak fair padanya. Namun dia terus mempertahankan keislamannya sampai terusir dari rumah dan pada endingnya ternyata sang kakak yang awalnya tidak ingin memiliki dan memahami agama, akhirnya tertarik dan masuk Islam karena melihat dari kegigihan Akira dalam mempertahankan keyakinannya. Sungguh menyentuh, saya pun harus merinding, bagaimana jika hal itu terjadi pada saya? Maka mulai saat ini saya mempersiapkan semua, bekal dan bekal untuk mepertahankan agama, dalam jasad dan ruh ini agar terus bernafaskan Islam, hingga akhirnya.
Dari karya-karya lainnya di kumpulan cerpen “Bukavu” terlihat Bunda Helvy adalah manusia yang memiliki banyak pengetahuan serta wawasan yang terjadi di belahan dunia, khususnya yang sangat menjadi perhatiannya keadaan dunia Islam dari Sabang sampai Merauke, dari belahan kutub utara sampai kutub selatan.
Dari GAM, Aceh dan tsunaminya. Dari isu ras dan agama di ambon. Kasus ras Madura dan Kalimantan di Sampit. Pembantaian muslim di Bosnia. Pembantaian muslim di Palestina. Semua tergambar dalam kisah –kisah karyanya dalam kumpulan cerpen “Bukavu”. Semua itu menunjukkan bahwasanya beliau sangat perhatian terhadap keadaan dunia terutama keadaan muslim di dunia tak terkecuali yang terjadi di negerinya Indonesia.
Begitu menyentuh hati pembaca, membuat hati-hati terkoyak bergetar untuk berhenti memejamkan mata terhadap yang terjadi di dunia, khususnya dunia Islam. Agar senantiasa mengingat, belasungkawa, dan melantunkan do’a bagi belahan negeri di dunia yang dalam keadaan perang yang mengerikan. Sungguh, walau hanya dengan karya fiksi namun sungguh memberikan arti.
Bunda Helvy adalah sastrawan yang mampu menuangkan ide-idenya menjadi karya-karya yang universal. Bagaimanapun memang yang di jadikan patokan utama dalam setiap karya-karya beliau adalah Islam, tetapi pembaca nonmuslim pun tak enggan untuk membaca karya-karyanya dan itu pun mereka merasakan pencerahan itu, sehingga tak heran jika penghargaan demi penghargaan beliau raih. Semua karena sifat universal yang beliau tuangkan dalam setiap karya-karyanya.
Maka memang tidak dapat di pungkiri bahwasanya karya-karya beliau dapat membangun sebuah peradaban yang besar. Karya yang memang berdasarkan hati yang bersih halus, mampu menggatarkan hati pembaca, membawanya ke alam bawah sadarnya, dan membentuk karakter yang halus dan baik pula. Karena itu orang banyak yang tersentuh atau terinspirasi. Dari situ membangun generasi bangsa yang baik, dari nilai-nilai sastra yang baik. Sehingga hingga sampai saat ini keinginan untuk bertemu langsung beliau sangat menggebu, ingin berinteraksi tanya jawab tentang dunia kepenulisan, langsung belajar dari sastarawan senior, sungguh hebat. Semoga Allah memperkenankan saya untuk bertemu dengan orang yang banyak menginspirasi banyak orang termasuk saya sendiri, amin. Salut untuk Bunda Helvy Tiana Rosa. Hadiah Tuhan untuk Indonesia.

siang itu di kantor KMI Pondok Pesantren Al-Ishlah, desa Reformasiku..

; Untuk Mereka Yang Terluka

This item was filled under [ puisi ]

Helai daun itu
Jatuh..
Setelah terlanjur dewasa
Dalam buaian masa dan bahasa

Dan Kamu terbuai sepimu
Yang ternyata membuang tawamu
Yang terselip dalam mimpimu
Yang selalu kau puja-puja dulu

Amboi, jangan lama dalam derita
Semua luka yang kau cipta
Andai kau masih memanja
Yakinlah jalan panjang yang kau lalui
Belum berakhir dan kau pelaku utamanya

Jejak cintamu mencipta
Cahaya yang memecah sunyi
Jejak cintamu menggelora
Cahaya untuk pangeranmu..
08.30, 3.5.10, pagi untuk mereka di sana, sajakku do’aku..

Keajaiban Facebook (sebuah review)

This item was filled under [ resensi ]

Sebuah kebiasaan saya ketika membeli buku, adalah menyampulnya terlebih dahulu karena saya merasa dan paham betul buku itu adalah aset yang berharga di dunia ini bahkan di akhirat. Dan juga menjadi kebiasaan saya adalah bukan menjadi pembaca pertama terhadap buku-buku yang saya beli itu, bisa ke dua, tiga, bahkan ke sepuluh, hehe. Kebiasaan yang aneh dan tentu kurang baik pula, saya mengakui itu. Tapi tidak semua buku yang saya beli, ya lebih banyak seperti itu. Dengan berbagai alasan kesibukan, jika saya ditanya mengapa belum baca dan di dahului oleh peminjam.
Begitu juga dengan cerita berikut saat saya memborong buku saat Munas FLP di Solo agustus tahun lalu. Kebetulan dari beberapa penerbit tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, karena memang Munas FLP adalah acara besar-besaran yang dihadiri oleh ratusan lebih anggota organisasi penulis Islam ini. Sehingga banyak buku-buku yang di jual dengan harga miring. Kesempatan juga buat saya sebagai pembeli untuk memborong. Lumayan banyak dari buku-buku agama sampai novel, dari ensiklopedi puasa, ‘ulumul qur’an, sampai facebook on love.
Setelah sampai di ma’had dan selesai di sampul. Banyaklah antrean untuk meminjam buku-bukuku, yang suka buku nonfiksi agama sampai pencinta novel. Termasuk buku facebook on love menjadi rebutan para langganan peminjam bukuku, khususnya akhwat ustadzah-ustadzah ma’had. Secara bergantian mereka membaca mengantri. Saya kurang tahu kenapa buku itu begitu diminati, apakah karena isinya yang menarik, atau ketertarikan pembaca pada pandangan pertama di karenakan judul atau cover yang menarik perhatian yang menyulut rasa penasaran atau?? Ah, saya tak tahu waktu itu apa penyebabnya karena memang saya si empunya buku belum baca buku itu, tapi perkiraan saya lebih karena judul yang memang cocok dengan masa facebook yang booming jadi permainan, pembicaraan dan penghabis waktu orang-orang. Dan buku itu baru kembali sekitar dua bulan kemarin dan saya baru membacanya kira-kira seminggu kemarin. Waktu itu orang yang mengembalikan mengatakan pada saya “ buku ini bagus yah” katanya, saya hanya menganggukkan kepala dan mengatakan ya “tok”, sudah cukup nggak banyak membahas ntar malah nggak nyambung takutnya, ntar ketahuan kalau belum baca atau lola, alah udahlah memang banyak komentar kalau buku ini bagus dan sarat hikmah dari langganan peminjam bukuku.
Dan untuk Ternyata setelah saya baca buku ini dari awal saja saya sudah mendapatkan pecutan untuk terus membacanya tanpa henti kalau bisa tanpa mengedipkan mata, hehe itupun kalau bisa. Memang dai awal cerita sudah membawa pembacanya untuk berfantasi di dunia facebook yang penuh misteri, hehe. Setelah sampai akhir membaca, subhanallah begitu sarat hikmah bro, benerr.
Bayangkan sebuah kisah cowok dan cewek yang bertemu di dunia facebook, pertemuan yang tidak di harapkan oleh si cewek yang bernama Dayana alias Dea. Pertemuan yang membuat Dea marah plus mangkel setengah mati kepada cowok yang bernama Fadli, alias hantu facebook yang sering dikatakan Dea pada Fadli. Nyaris akun facebook fadli di hapus dari friendlist Dea. Tapi tak pernah jadi, dan siapa sangka Dea yang lulusan luar negeri Amerika dan Australia di bidang Creative Writing mencari kerja dan mendapatkan kerja yang ternyata bosnya adalah Fadli musuhnya si hantu facebook.
Perseteruan sengit antara keduanya kali tak hanya di dunia maya tapi sudah memasuki alam nyata, sekalipun dikantor hal itu tetap terjadi. Ada saja yang membuat mereka berdua rebut yang akhirnya menjadi perhatian pertama seluruh penduduk kantor itu. Tetapi sekali lagi coba bayangkan ternyata dalam keributan yang hampir tiap hari itu malah menumbuhkan bibit cinta di hati Fadli pada Dea, bahkan itu bukan hanya menumbuhkan tapi menyuburkan karena bibit itu ternyata sudah ada dan tumbuh. Yang akhirnya Fadli menemukan dua bayi kembar dan meminta Dea untuk mengasuh bersama dan menikah, siapa sangka??
Namun ternyata hubungan mereka tak semulus yang di perkirakan, batu-batu penghalang dan rintangan menerjang. Karena terbuka rahasia hubungan gelap Fadli dengan istri orang, saat masih kuliah di Singapura dulu. Pernikahan mereka harus terluka karena itu. Dea tak kuasa menahan cemburu yang pasti membara dan Fadli pun gamang harus memilih siapa? Namun pada akhirnya dia sadar dia telah menikah dan berharap bisa kembali rujuk pada Dea. Di akhir kisah mereka kembali bersatu, dengan ending yang sangat menarik.
Saya banyak mendapatkan hikmah dalam buku ini, antara lain Pernikahan adalah suatu kejadian sakral yang di katakana separuh dien, dan begitu berat dalam menjalaninya. Berat dalam artian harus banyak belajar dan belajar, dari kehidupan dan buku-buku. Bagaimana kehidupan awal suami istri yang harus terjaga keharmonisannya. Bagaimana perawatan seorang bayi bahkan dua bayi sekaligus atau kembar, dan yang terakhir keajaiban facebook itu sendiri yang mampu menyatukan dua insan, hehe. Yang akhir-akhir ini facebook masih di bicarakan halal dan haramnya, apakah halal atau haram?? Menurut saya tergantung si empunya akun facebook akan memakai untuk kebaikan atau kejelakan, menyeru pada yang ma’ruf atau yang mungkar, dsb.
Terakhir untuk mba Ifa Afianty sebagai pengarang buku mantap ini, saya minta maaf karena baru bisa membaca dan mengapresiasikan buku yang saya beli hamper setahun ini, afwan banget mba. Dan di tunggu sekuelnya.. “Facebook On Love 2” khususnya salam dari pelanggan peminjam buku-buku saya.. hehe.. salam Facebookers..

23.04.2010, 23.04, in my jannah..

Film Dan Generasi Bangsa

This item was filled under [ esai ]

Ketika tekhnologi telah menguasai semua lini kehidupan, akan terlihat kehidupan kita mudah karena lahirnya komponen-komponen yang serba instan. Mulai dari kecanggihan alat-alat modern hingga makanan pun akan serba instan. Tak luput dari itu juga lahirnya film-film yang menggambarkan kecanggihan dan kemodernan zaman. Maka manusia pun dimanjakan dengan menonton film-film imajinasi tingkat tinggi yang serba canggih.
Jadilah film-film menjadi kesukaan remaja. Kesukaan remaja menonton film sangatlah tinggi. Tak lain film-film barat yang mereka gandrungi. Dan tak kalah juga film-film lokal karya anak bangsa cukup mereka minati. Dari sini ada beberapa faktor mengapa remaja suka menonton film-film itu, karena memang sudah hobi mereka nonton melulu, pagi, siang, malem nonton sampe lupa waktu, karena film yang di tonton adalah film yang menampilkan kecanggihan zaman ataupun film yang menceritakan imajinasi tingkat tinggi sutradara pembuat film itu, dan ada juga faktor ini cukup menggelikan hati kita, yaitu film itu bermuatan pornografi dan pornoaksi.
Sangat disayangkan sekali, faktor terakhir tadi adalah faktor yang menyebabkan remaja kita suka nonton film. Maka yang hal inilah yang menyebabkan bobroknya moral anak bangsa. Mungkin, film-film barat yang menampilkan tayangan berbau porno, adalah hal yang biasa. Tapi, ini yang sangat memprihatinkan, yaitu sutradara-sutradara lokalpun latah tergiur dengan hasil yang di dapatkan dari film-film seperti itu. Memang sangat jelaslah film-film seperti ini yang laku dipasaran.
Lihat saja film-film lokal yang bertengger di bioskop-bioskop di kota besar, mulai dari quicke express, extra large, mas suka masukin aja, ku tunggu jandamu, kawin kontrak sekuel 1,2, dan lagi dan masih banyak yang lainnya. Dari judulnya saja sudah cukup berani. Belum lagi isinya, membuat hati meringis. Memang film-film ini, adalah film-film komedi. Tapi ternyata komedi saja tak cukup, sutradara pembuat film ini pesimis lalu di tambahkan olehnya adegan-adegan bermuatan porno, maka larislah film-film itu di setiap bioskop-bioskop, karena banyaknya penonton yang suka. Orang indonesia memang sukanya yang seperti itu.
Sebenarnya menonton film itu sama dengan membaca buku. Setelah membaca atau menontonnya, harus ada apresiasi pembaca atau penonton. Penonton tidak boleh menelan mentah-mentah begitu saja apa yang ia tonton. Tapi harus ada kritik dan saran.
Misalnya, film kawin kontrak. Film ini laku di pasaran hingga selalu dibuat sekuelnya, dari satu, dua, lagi dan mungkin empat dan lima akan dibuat untuk menyusul kesuksesan sekuel sebelumnya. Film laris ini bercerita tentang kawin kontrak, yang jelas-jelas kontra dengan nilai –nilai agama, khususnya agama islam. Mengapa para penonton diam saja dan malah mendukung film ini untuk dibuat sekuelnya. Kita hanya diam berpangku tangan. Belum lagi film-film yang dari judulnya saja porno. Misalnya, film Mas Suka Masukin Saja, saya heran bagaimana kerja badan penyensor film-film yang akan dirilis ke permukaan.
Sungguh perfilman Indonesia sangatlah memprihatinkan. Undang-undang perfilman sudah ada, Undang-undang pornografi dan pornoaksi sudah rampung juga, siapa yang salah?
Intropeksi diri sepertinya perlu bagi komponen negeri ini, khususnya kita pewaris negeri dan generasi bangsa. Apa yang sudah kita berikan kepada negara dan bangsa? Mungkin dengan kita mengapresiasikan, mengkritiki, dan memberi saran untuk film-film karya anak bangsa, akan ada perbaikan dalam setiap pembuatannya. Semoga setiap produser, sutradara, dan orang-orang yang ada di lembaga pensesoran film Indonesia, lebih sadar lagi untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa,negara, dan agama. Tidak hanya melihat hasil dari yang ia kerjakan, tetapi berkarya dan harus berarti. Semoga. Amien.

Siang hari di Syurgaku, 28 April 2009

Radio Butut Kakung Syamsuri

This item was filled under [ cerpen ]

“Mari pilihlah saya, Bejo Sugiantoro. Kita bangun sama-sama, kota bunga kita ini. Kota Sido lumpur, agar menjadi kota berkembang dan semakin maju. Pilih saya dari Partai Mata Hati Rakyat Indonesia (Matahari) No 55, mari berjuang!” Siang hari yang begitu panas, suara seperti inilah yang keluar dari radio butut Kakung Syamsuri.
“Waduhhh….sekarang partai koq banyak sekali ya, sampai 55 partai, waktu masih muda rasa-rasanya cuma 3 partai, bikin orang bingung milih aja” gerundel dalam hati Kakung Syamsuri.
Lalu diputarnya kembali tuning radio butut bermerk sanyo miliknya itu, yang sejak tadi masih dalam gengganman tangannya.Inginnya sih mencari channel baru. Bosan dengan ucapan-ucapan calon wakil rakyat yang kadang hanya sekedar cuap-cuap saja, janji tanpa bukti, yang semuanya hanya rayuan gombal.
Setelah menemukan channel radio yang lainnya, selang beberapa menit, beda lagi
Kampanye di radio itu dari calon wakil rakyat lainnya, berbeda dengan yang awal “Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam dan kaya akan manusianya. Untuk itulah perlu dibangun memiliki kesadaran memiliki negara ini. Saya Jaka Kharisma Tholedo (JKT), dengan partai saya Partai Bangun Diri Bangun Negara Bangun Bangsa dengan lambangnya seorang kuli kontrak. Kita songsong negara dan bangsa ini, menuju kejayaan abadi. Contreng Partai Bangun Diri Bangun Negara Bangun Bangsa ( Partai BDBNBB) No urut 51.
Kakung Syamsuri tak tahan lagi mendengarkan semua omong kosong itu. Yang telah berulang kali dan tak dapat dihitung dengan jari. Lalu tiba-tiba dia telah mematikan radionya itu. Suadah menjadi kebiasaan, di hari-hari yang telah renta itu. Dilaluinya denagn memegang radio dan mendengarkannya saja. Hampir tiap waktu senggangnya. Selain mengerjakan pekerjaan rumah. Radio itu adalah radio yang dia beli 40 tahun lalu. Tu sekali kuno sekali. Tapi siapa sangka suaranya masih semerdu sewaktu beli pertama kali. Itulah kehebatan barang-barang tua.
@@@
Saat matahari telah berhijrah dari titik tegah ke titik barat. Udara yang awalnya panas, mulai terasa mendingin. Angin sepoi-sepoi semilir tubuh Kakung Syamsuri yang tua, namun tubuh lelaki berkepala lima itu terbilang cukup kuat. Bagaimana tidak, dikala tubuhnya yang semakin rapuh itu, masih saja mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah, yang seharusnya tidak dia kerjakan lagi. Maklumlah dia sendiri, tak ada istri tak ada anak, tak ada saudara tak ada kerabat. Tapi dia tak merasa sendirian. Karena masih ada benda tua itu, radio butut yang selalu menemaninya.
Kakung Syamsuri menghidupkan lagi radio bututnya itu. Dia cari channel radio favoritnya, Dunia Fm. Kebetulan program acara sore ini, kesukaannya juga, tembang-tembang jawi. Setelah satu tembang telah di putar oleh si penyiar. Lagi-lagi, kampanye di radio lagi. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Salam sejahtera selalu. Saya Abdul Kholifi. Dukung saya lagi. Beri saya kesempatan satu kali lagi. Empat tahun mendatang kita angkat derajat bangsa ini di mata dunia. Karena sesungguhnya, saat ini kita belum merdeka, ingat saudara-saudara kita belum……..” Kakung Syamsuri semakin menggerutu wajahnya, amarahnya tak tertahankan lagi, belum selesai kampanye itu dan ‘Gebruakkkkkkk………………….!!!!


@@@
Hari pemilihan umum akan dilaksanakan. Pagi sangat terang, Kakung Syamsuri duduk di teras depan, di atas kursi kayu tua. Termenung termehek-mehek sendiri. Dia sendiri, radio bututnya tak lagi menemani. Hari yang dulu selalu ceria, kini berubah sepi. Radionya tak mungkin dipakai lagi, telah hancur berserakan. Kini sisa-sisa itu dia kumpulkan di sebuah tempat. Tuk dia bawa kemana-mana. Kini tinggal kenangan.
“Pak Syamsuri, ayo pak kita berangkat. Sudah di tunggu pak…….ngomomg-ngomong mau nyotreng apa nich pak?” Suara itu membangunkan Kakung Syamsuri dari lamunan tentang radionya yamg telah rusak.
“Bilang aja, sama pak Rt saya gak mau milih, saya golput aja. Sekalian salam untuk calon-calon wakil rakyat itu, radio saya rusak gara-gara mereka semua. Makanya, aku gak mau milih mereka. Sepertinya ucapan mereka hanya omong kosong belaka, jadi nggak mungkin mengganti radio butut saya itu, iya nggak? Emangnya mereka setelah jadi wakil rakyat mau mengganti radio saya itu, mereknya sama, modelnya sama, pokoknya semua sama bin persis,mau ngga…….? Bisa nggak……?”Kerasnya suara Kakung Syamsuri, pun mengagetkan beberapa orang yang mengajaknya pergi ke TPS.
Mereka bingung,mereka bengong……….!?!?!?!?!?

Ilmu Komunikasi – Definisi komunikasi

This item was filled under [ tentang sebuah komunikasi ]

Pengantar Ilmu Komunikasi

Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi.
Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut adalahs ebagai berikut:
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). (Hovland, Janis & Kelley:1953)
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.(Berelson dan Stainer, 1964)
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) (Lasswell, 1960)
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. (Gode, 1959)
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. (Barnlund, 1964)
Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. (Ruesch, 1957)
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. (Weaver, 1949)
Kita lihat dari beberapa definisi tersebut saling melengkapi. Definisi pertama menjelaskan penyampaian stimulus hanya dalam bentuk kata-kata dan pada definisi kedua penyampaian stimulus bisa berupa simbol-simbol tidak hanya kata-kata tetapi juga gambar, angka dan lain-lain sehingga yang disampaikan bisa lebih mewakili yaitu termasuk gagasan, emosi atau keahlian.
Definisi pertama dan kedua tidak bicara soal media atau salurannya, definisi ke tiga dari lasswell melengkapinya dengan komponen proses komunikasi secara lebih lengkap. Pengertian ke-empat dan seterusnya memahami komunikasi dari konteks yang berbeda menghasilkan pengertian komunikasi yang menyeluruh mewakili fungsi dan karakteristik komunikasi dalam kehidupan manusia.
Ke-tujuh definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Masing-masing definisi mempunyai penekanannya dan konteks yang berbeda satu sama lainnya.
Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.
Setiap pelakuk komunikasi dengan demikian akan melakukan empat tindakan: membentuk, menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan. Ke-empat tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya menciptakan sesuatu ide atau gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang melalui proses kerja sistem syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan mengirim pesan, seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi dari orang tersebut. Apabila ini terjadi, maka si orang tersebut kembali akan membentuk dan menyampaikan pesan baru. Demikianlah ke –empat tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara berulang-ulang.
Pesan adalah produk utama komunikasi. Pesan berupa lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya. Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para pelakunya.

sumber: http://id.wordpress.com/tag/pengantar-ilmu-komunikasi/

Ampuhnya Mantra Man Jadda Wajada

This item was filled under [ resensi ]

Pesantren seringkali di pandang sebelah mata. Banyak menyangka kehidupan dan pendidikan di dalamnya katrok alias jadul banget. Ya, itu memang benar jika hanya melihat dari luarnya saja, coba ketika telah masuk ke dalam kehidupan di dalamnya. Pasti akan menemukan aura yang beda dengan kehidupan luar pesantren.
Seperti kisah dalam novel karya Ahmad Fuadi ini, Negeri Lima Menara. Sebuah novel yang terinspirasi dari kisah nyata penulis, yang juga alumni dari Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur, yang terkenal itu. Fuadi bercerita tentang Alif tokoh utama yang berasal dari Maninjau. Bukittinggi, Sumatera Barat, dan kelima teman yang berbeda daerah dengannya. Atang dari Bandung, Raja dari pinggiran Kota Medan, Baso dari Sulawesi, Said dari Surabaya, dan Dul Majid dari Madura. Mereka menjalin persahabatan di sebuah Pondok Pesantren Modern di daerah Ponorogo Jawa Timur yang oleh Fuadi dinamakan Pondok Madani.
Meskipun tidak ada hubungan saudara, mereka yang berasal dari beda tempat bisa menjadi bak saudara yang ada hubungan darah. Itu semua terjalin karena keadaan pondok yang mengkondisikan untuk mandiri dan hidup sederhana. Jadi, memang harus di sadari hidup itu bersosial, tidak bisa hidup sendiri. Dan mereka berenam adalah santri yang selalu bersama, kapan pun dan di mana pun. Dari awal masuk ke pondok, saat pertama kali mendapatkan iqob (hukuman) dari Mudabbir (pengurus), hingga hari-hari di Pondok Madani yang sarat dengan konskwensi hukuman yang bertujuan sebagai pendidikan.
Sampai pada suatu saat mereka mendapatkan tempat berkumpul yang nyaman, santai, serta tak bising jika di gunakan juga sebagai tempat belajar, bisa sambil tidur-tiduran dan terlentang yaitu di bawah menara di depan masjid Pondok Madani yang besar.
Oleh karena mereka sering berkumpul di bawah menara, akhirnya mereka mendapatkan julukan Sahibul Manara (Orang yang punya Menara). Mereka merasakan suka duka di Pondok Madani, kemudian saling mencurhatinya di bawah menara itu, tak hanya itu di bawah menara itu mereka pun menyampaikan mimpi dan cita-cita mereka masing-masing.
Suatu saat Sahibul Menara berkumpul, Alif mengimajinasikan awan-awan yang di atas yang ia lihat adalah awan yang menunjukkan peta Amerika, beda dengan Alif, Raja yang mengimajinasikan awan-awan itu membentuk peta Eropa, Baso dan Atang beda pula mengimajinasikannya,mereka melihat awan-awan itu membentuk peta Asia dan Timur Tengah, sedangkan Said dan Dulmajid tidak menggambarkan imajinasi mereka, mereka hanya menganggap awan-awan itu adalah Indonesia.
Begitulah mimipi-mimpi mereka, namun ternyata tidak mudah menjadi santri yang menuntut ilmu jauh dari orang-orang tercinta dan kampong halaman. Alif misalnya sebagai tokoh utama sekaligus pencerita, harus berusaha sekuat tenaga menahan keinginannya keluar dari pondok Madani, karena memang sejak awal tidak ada niatan untuk masuk Pondok Pesantren. Masuk ke pondok Madani adalah pilihannya ketika ia harus masuk MA (Madrasah Aliyah) setelah lulus dari sekolah agama (MTS) padahal keinginannya adalah masuk SMA, karena ia merasa cukup ilmu agama yang ia dapat, dan sekarang adalah waktunya mencari ilmu dunia, untuk mengejar citanya yaitu ingin menjadi The Next Habibi. Tapi, impian itu harus musnah, ketika Amak dan bapaknya menyuruhnya masuk sekolah agama lagi, akan tetapi ia memilih alternatif lain yaitu merantau jauh ke tanah jawa, tepatnya Ponorogo Jawa Timur, untuk menuntut ilmu. Jadi, intinya ia masuk Pondok Madani karena keterpaksaan.
Ketika tengah-tengah perjalanan hidup di Pondok Madani, Baso harus gugur dahulu. Karena ia harus mengurus neneknya yang tinggal sendiri. Tinggal berlima sahibul menara, di saat itu pula Alif harus berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri untuk tidak terpengaruh Baso untuk keluar dari Pondok Madani. Dan inilah ujian yang paling besar ketika Alif mendapatkan surat dari sahabat karibnya, Randai yang terlebih dahulu kuliah Universitas terkenal, ia kembali harus menahan diri agar tak berhenti di sini perjuangannya di Pondok Madani ini, karena waktu ia sudah mendekati finish kehidupan di Pondok Madani. Ia kembali menguatkan diri dengan mengingat betul kalimat yang perttama kali di pelajari saat masuk di Pondok Madani Man Jadda Wajada, yang kemudian ia beri nama Mantra Man Jadda Wa Jadda (Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan).
Maka ia pun memutuskan, untuk berjuang di Pondok Madani sampai hari kelulusan. Tekadnya telah bulat, dan akhirnya setelah lulus dari Pondok Madani ia mencapai cita-citanya untuk menginjakkan kaki di bumi Amerika. Begitupun teman-temannya Sahibul Manara pun mendapatkan cita-cita mereka. Selamat membuktikan ampuhnya mantra Man Jadda Wa Jadda.

16.03.10, Desa Reformasi

Judul : Negeri Lima Menara
Penulis : Ahmad Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2009
Jumlah Halaman : 420 Halaman

Ungu – Cinta Gila

This item was filled under [ video ]

embedded by Embedded Video

YouTube Direkt

Mencoba

This item was filled under [ surabaya ]

Sekarang saya belajar menambah gambar

di bawah ini adalah gambar

Hello world!

This item was filled under [ Uncategorized ]

Welcome to Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!